nasib yang renta tiba begitu saja di tanganku
aku bertepuk tangan menyembunyikan prasangka
lemah dalam sandera kata-kata
kupecah a, d, u, dan h
entah dari mana
napas yang meruah wangi darah
melumur lantai, melumat hati
bagaimana jika aku lupa menyimpan nasib dalam kepala?
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 Januari 2014
SENYAP
tiba-tiba aku memikirkan ruang tamu, tempat dudukmu
adakah waktu untuk merapati kembali pintu yang tertutup itu?
menerimamu dengan rikuh hingga akhirnya melambai penuh rindu
pertemuan kita selalu berjalan sama, selalu saja senyap nasibnya
mengutangkan sakit kepala pada perpisahan selamanya
kini melalui detak jam yang fasih memulangkan ingatan
kutahu bahwa setengah dari tehku adalah air matamu
setelah kau jauh, aku mesti meneguknya habis-habisan
oh, tak ada ampas dalam ketabahan
tiada.
adakah waktu untuk merapati kembali pintu yang tertutup itu?
menerimamu dengan rikuh hingga akhirnya melambai penuh rindu
pertemuan kita selalu berjalan sama, selalu saja senyap nasibnya
mengutangkan sakit kepala pada perpisahan selamanya
kini melalui detak jam yang fasih memulangkan ingatan
kutahu bahwa setengah dari tehku adalah air matamu
setelah kau jauh, aku mesti meneguknya habis-habisan
oh, tak ada ampas dalam ketabahan
tiada.
Rabu, 10 Juli 2013
Intermezo
bila dingin ini bisa kubarter dengan secangkir teh hangat
akan kusiapkan juga sepiring wafer coklat
sendiri tanpa perlu takut voltase kilat
kucampakkan selimut lalu you can see
kepala hingga ujung kaki kustagnasi
ah, hangat itu bisa kurenggut di pemanas nasi
Kendari, 2010
akan kusiapkan juga sepiring wafer coklat
sendiri tanpa perlu takut voltase kilat
kucampakkan selimut lalu you can see
kepala hingga ujung kaki kustagnasi
ah, hangat itu bisa kurenggut di pemanas nasi
Kendari, 2010
Di Luar Kacau
kami hanya boleh menunggu di dalam rumah,
katanya. di luar kacau
penuh isu dan penceracau
di mulut mereka ada bangkai yang sudah disemprot kesturi
aku yang akan keluar,
katanya. tetaplah memutar musik
dan saling bertukar pandang
karena nasib
akan tiba-tiba menculik satu di antara kalian
Kendari, 2010
Langganan:
Postingan (Atom)